AKTUARIA, jarang dilirik tapi mempunyai prospek kerja yang woowww…

Mungkin anda pernah ditawarkan atau ditelepon berulang kali oleh perusahan asuransi untuk berinvestasi dalam bentuk asuransi mulai dari asuransi jiwa,asuransi kesehatan, asuransi Pendidikan bahkan harta pun seperti mobil,rumah dll juga diberikan asuransi. Penawaran-penawaran tersebut sering kali membuat anda jengah/bosan dan akhirnya anda menolak. Selain itu juga bisa jadi anda juga sudah terlalu banyak pos pengeluaran untuk polis asuransi.

Tapi tahukah anda dibalik penawaran polis asuransi,ada sosok yang berperan penting banget yang merancang dan mengatur/mengelola resiko keuangan anda di masa mendatang. Sosok ini bukanlah seorang sales/marketing yang sering menawarkan produk jasa asuransi lewat telepon/email. Sosok ini adalah aktuaris. Aktuaris adalah profesi yang berlatarbelakang Pendidikan ilmu aktuaria.

Untuk siswa/siswi kelas 12 SMA/SMK/MA (istilas kelas 3 SMA sekarang), jika ditanyakan mau ambil jurusan apa di kuliah nanti? Pasti hampir sebagian besar menjawab jurusan kedokteran, jurusan Teknik, jurusan akuntansi, jurusan manajemen, jurusan sastra, jurusan ilmu hokum dan psikologi. Hal ini sudah tidak asing anda dengar. Tapi pernah kah ada siswa/siswi kelas 12 SMA/SMK/MA yang tahu atau dengar jurusan aktuaria? Kemungkinan besar masih asing didengar dan bahkan jarang dilirik oleh siswa/siswi kelas 12 SMA/SMK/MA.

Jurusan Aktuaria itu apa, sih?

Sederhananya, Aktuaria sering disebut sebagai ilmu “Matematika Asuransi”.Kenapa? Pertama, karena memang hampir seluruh mata kuliah jurusan Aktuaria berkaitan dengan hitung-hitungan (matematika). Kedua, karena intinya, aktuaria adalah ilmu tentang asuransi, alias pengelolaan risiko keuangan di masa yang akan datang.

Mahasiswa Aktuaria akan mendapatkan mata kuliah-mata kuliah yang merupakan kombinasi antara ilmu tentang peluang, matematika, statistika, keuangan, dan pemrograman komputer.

Tujuan akhirnya adalah agar mereka bisa menjadi ahli madya asuransi yang punya keahlian praktis dalam bidang  administrasi asuransi dan aktuaria, serta keahlian dalam profesi perencanaan keuangan personal.

Lulusan jurusan ini jadi apa?

Tentunya, yang paling jelas adalah menjadi aktuaris.,lah..bro n sis..

Aktuaris adalah seorang ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis aktual. Mereka ahli dalam membuat perkiraan risiko dalam industri asuransi dan keuangan.

Nah, karena seorang aktuaris banyak mendalami risiko keuangan, sudah kebayang, dong, mereka umumnya bekerja di industri apa? Yap, industri asuransi dan bidang keuangan, untuk menggarap produk-produk asuransi, seperti asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Nggak hanya di situ, lho. Aktuaris juga banyak direkrut untuk bekerja sebagai konsultan dan pengelola tunjangan karyawan di perusahaan-perusahaan. Pasti kamu tahu, setiap perusahaan harus memberikan tunjangan kepada karyawannya, seperti tunjangan hari raya (THR), tunjangan anak, tunjangan pendidikan, kesehatan, pensiun, pesangon dan sebagainya. Nah, hal-hal seperti ini diurus oleh aktuaris.

Potensi kariernya bagaimana?

Walaupun jurusan (dan profesi) di bidang Aktuaria kayaknya asing bagi kamu, profesi aktuaris sebenarnya tergolong sangat dibutuhkan, dan bergaji oke, lho..Dan yang membuat profesi ini penting adalah karena Indonesia sangat, sangat krisis Aktuaria.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, dikutip dari Sindonews, per 2017, dengan kondisi jumlah perusahaan asuransi jiwa sebanyak 40 perusahaan dan 90 perusahaan asuransi umum, setidaknya Indonesia butuh 500-700 aktuaris. Tapi per tahun 2017, , jumlahnya baru 380 orang..whatssss..eit dah..

Asal tahu aja, pemerintah Indonesia sekarang mewajibkan setiap perusahaan asuransi mempunyai minimal satu orang aktuaris, sementara perusahaan asuransi kadang memerlukan puluhan aktuaris. FYI, sekarang ini kurang lebih ada 90 perusahaan asuransi di Indonesia, lho..Akibatnya? Banyak aktuaris fresh graduate diperebutkan..Intinya, potensi lahan kerja di bidang aktuaria tinggi banget,bro n sis!

Kalau kamu memang kira-kira suka dengan bidang ilmu aktuaria—khususnya matematika, ekonomi, dan statistika—kesempatan ini patut kamu ambil, karena jumlah aktuaris di Indonesia masih sangat sedikit.

Kalau kebutuhan aktuaris ini nggak terpenuhi, mungkin banyak perusahaan asuransi yang akan mendatangkan aktuaris dari luar negeri. Apalagi dengan MEA, Indonesia jadi lebih gampang mendatangkan tenaga asing. Mau lapangan kerja di Indonesia diisi oleh tenaga Asing dan Aseng? Ironis ‘kan? Jangan sampai deh Indonesia dijajah lagi secara modern di jaman now…bisa amsyong bro n sis..

Sertifikasi apa yang harus diambil untuk menjadi seorang aktuaris?

Walaupun kamu adalah Sarjana Aktuaria, kamu baru akan resmi jadi aktuaris kalau sudah lulus mengikuti serangkaian tes yang diselengarakan oleh PAI (Persatuan Aktuaris Indonesia), dan mendapat gelar Fellow Society of Actuaries of Indonesia (FSAI).

PAI sendiri menggelar ujian dua kali setahun. Selengkapnya, bisa dilihat situsnya di http://www.aktuaris.org/

Ada 10 mata ujian untuk mencapai sertifikasi ini. Untuk menjadi aktuaris, kamu harus lulus 10 mata ujian tersebut. Sementara untuk menjadi ajun (associate) aktuaris, harus lulus 7 mata ujian..ehhmmm menarik..tantangan nih…

Mata ujian tersebut adalah:

  1. A10-Matematika Keuangan
    2.   A20-Probabilita dan Statistika
    3.    A30 – Ekonomi
    4.    A40 – Akuntansi
    5.    A50 – Metoda Statistika
    6.    A60 – Matematika Aktuaria
    7.    A70 – Pemodelan dan Teori Risiko
    8.    F10 – Investasi dan Manajemen Aset
    9.    F20 – Manajemen Aktuaria
    10.  F31-34 – Aspek Aktuaria Dalam

Masalahnya, rata-rata waktu yang diperlukan seseorang untuk menyelesaikan 10 mata ujian PAI ini sekitar 7-8 tahun. Busyeeng Lama banget! Memang, untuk menjadi seorang Aktuaris, prosesnya lama dan nggak bisa dikarbitkan kaya kontestan “idol” atau “pesta dangdut”. Nggak heran kalau Aktuaris di Indonesia masih sedikit sekali.

Sebagai solusinya, PAI menggandeng kampus PTN untuk membuka program 2-5 mata ujian dari 10 mata ujian tersebut. Jadi, selama kamu kuliah, kamu bisa mengambil 2-5 mata ujian tersebut. Kemudian, sisa mata ujian yang lain bisa ditempuh sambil kamu bekerja, setelah lulus nanti. Lumayan ‘kan, bisa menghemat waktu kalau ujung-ujungnya kamu mau menjadi Aktuaris?

Bagaimana tangga karier dan gaji profesi aktuaris?

Awalnya, ketika baru memulai bekerja di bidang aktuaria, kamu akan bekerja sebagai Actuarial Analyst. Setelah lulus 5 mata ujian sertifikasi, kamu akan naik ke posisi ajun (associate) aktuaris.

Setelah lulus 10 mata ujian sertifikasi dan mendapat gelar FSAI (Fellow Societies Actuary Indonesia), posisi kamu akan naik ke Appointed Actuary dengan gaji puluhan juta.

Chief Actuary bisa memperoleh gaji setingkat Direktur Utama sebuah perusahaan besar, lho. Trus, nggak tertutup kemungkinan mereka akhirnya bisa menduduki posisi Chief Financial Officer (CFO) alias Direktur Keuangan.

Universitas mana saja yang punya jurusan Aktuaria?

Sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia menyusul Institut Pertanian Bogor (IPB) membuka program studi (prodi) Aktuaria untuk menjawab kekurangan tenaga aktuaris dalam                bidang industry peransuransian.

Dalam siaran pers IPB yang diliput kantor berita Antara Bogor,IPB merupakan PTN pertama yang melahirkan program studi S1 aktuaria di Indonesia yakni pada tahun 2016. Disusul oleh Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2017,sebelumnya UI juga sudah ada pendidikan vokasi aktuaria (sejenis D3).

Tahun 2018 ini ada dua perguruan tinggi negeri lainnya yang membuka prodi aktuaria yakni Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

So..untuk siswa/siswi kelas 12 SMA/SMK/MA, prodi S1 Aktuaria di kampus PTN terkemuka Indonesia bisa jadi rekomendasi saat pemilihan jurusan di ujian SBMPTN dan Ujian mandiri PTN bersangkutan.

Bagaimana menjadi mahasiswa/I jurusan aktuaria di PTN tersebut?

Nah untuk bisa menjadi mahasiswa di jurusan aktuaria di PTN tadi berarti siswa/siswi SMA/SMK/MA harus lulus seleksi dan mengalahkan ribuan peserta se-Indonesia,memang tidak mudah dan tidak juga mustahil terjadi. Butuh persiapan matang dan terarah, salah satu persiapan matang dan terarah adalah mengikuti les di bimbingan belajar (bimbel) yang memang spesialis mempersiapkan sejak awal masuk untuk lulus seleksi ujian PTN,gak dicampur dengan persiapan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.

Ada sebuah bimbel di Indonesia yang spesialis dan eksklusif dalam rangka mempersiapkan sejak awal berupa program persiapan masuk PTN di Indonesia. Bimbel ini dikenal dengan Bimbel Lavender,bimbel spesialis masuk PTN khususnya PTN terkemuka di Indonesia. Bimbel Lavender yang berlokasi di kota Depok Jawa Barat yang dikelola secara terarah dan eksklusif oleh pengusaha yang berlatarbelakang profesi seorang dosen di Universitas Indonesia (UI) sejak 2011 membuat tingkat rata-rata kelulusan diterima di PTN 85%. Bimbel Lavender mempunyai beberapa unggulan untuk persiapan lulus masuk PTN diantaranya yang paling fenomena yakni bimbel karantina atau dikenal dengan bimbel supercamp yang diminati oleh siswa/siswi SMA/SMK/MA dari Aceh hingga Irian bahkan ada yang rela jauh datang dari beda benua yakni dari sekolah KBRI di Amsterdam, Paris, Doha ,Kairo, Washington dan Canbera. Mereka rela mengorbankan waktu,energi dan biaya untuk ikut di bimbel spesialis masuk PTN yakni bimbel Lavender. Bimbel yang dikenal dengan bimbel karantina atau bimbel supercamp.

Berminat lulus masuk PTN terkemuka di Indonesia? Yuk cari tahu dan bergabung di Bimbel Lavender,bimbel spesialis masuk PTN. Info lebih lanjut di www.lavenderprograms.com.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *