Bimbel Lavender,Bimbel Masuk UI, Bimbel UTBK & Bimbel Terbaik Supercamp Karantina Masuk UI & PTN 2019-2020 | Dikelola Dosen UI

Meski Sambil 6 Kali Jalani Operasi Otak, Mahasiswi Kedokteran di Amerika ini berhasil Lulus dengan IPK 4.0

claudia-martinez-kedokteran

Bimbel Lavender – Kuliah di Jurusan kedokteran merupakan sesuatu yang tidak mudah selain harus memiliki otak yang encer kamu juga diharuskan memiliki ketahan fisik maupun mental karena banyaknya tekanan yang akan kamu alami. Sebagai mahasiswa kedokteran kamu harus menjaga fisik dan mental tersebut karena terkadang kelelahan atau sakit ringan saja bisa menggangu proses studi kamu. Tapi bisa kah kamu bayangkan jika kamu adalah mahasiswa kedokteran yang harus menjalani enam kali operasi otak? Seorang mahasiswi bernama Claudia Martinez mengalami hal itu.

Claudia merupakan mahasiswi Univerity of Houston yang didiagnosa mengalami penyakit langka bernama malformasi chiari yang menyebabkan jaringan otak Caludia longgar ke kanal tulang belakang yang bisa menyebabkan kelumpuhan.

BACA JUGA: Memilih Bimbel Masuk Kedokteran Terbaik:


Penyakit tersebut disadari Claudia ketika ia mengalami sakit kepala parah hingga kerap pingsan. Beberapa hari setelah dianalisa, wanita 28 tahun tersebut pun langsung dioperasi. “Ketika aku didiagnosa, aku dikirim ke bedah saraf. Dia mengatakan padaku bahwa aku harus operasi otak secepat mungkin. Aku bisa lumpuh dari leher ke bawah. Dan dalam seminggu, aku menjalani operasi pertama,” ungkapnya kepada Mayo Clinic.

Sayangnya Claudia tak hanya butuh satu kali operasi melainkan enam. Wanita asal AS itu pun awalnya beranggapan jika setelah operasi semuanya akan baik-baik saja. Namun Claudia harus mengalami beberapa efek samping yang kurang menyenangkan. Di tahun pertamanya kuliah, Claudia sempat mengalami kejang dan harus dilakukan operasi otak. Ia pun harus belajar berjalan dan menggerakkan tubuhnya ketika terkena stroke di tahun ketiganya.

“Perjalananku panjang dan beberapa kali terasa tidak mungkin, tapi apa yang membuatku terus berjalan adalah calon-calon pasienku. Aku belajar bahwa kita tidak membutuhkan penyembuhan. Kita ingin inklusi, kita butuh kesabaran, kita butuh aksesibilitas dan kita butuh individu yang ingin bekerja dengan kita untuk memberikan akomodasi yang masuk akal, secara hukum, kita diberi kewenangan,” kata Claudia.

Meski mengalami sejumlah tantangan, Claudia berhasil tetap fokus pada studinya dan lulus dari lulusan kedokteran dengan IPK 4,0. Ia pun berhasil diterima di rumah sakit di mana ia dioperasi untuk pendidikan jenjang berikutnya. Claudia dikatakan akan lulus tahun depan namun sudah banyak melakukan kontribusi dengan mementori mahasiswa dan jadi voluntir untuk orang-orang berkebutuhan khusus.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!