Dalam persiapan menghadapi UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) dari panitia SNPMB BPPP, banyak calon mahasiswa yang terpengaruh oleh berbagai mitos yang beredar di internet. Mitos-mitos ini dapat menimbulkan kebingungan dan kecemasan, sehingga penting untuk memahami fakta yang sebenarnya. Berikut adalah beberapa mitos terkenal mengenai UTBK dan SNBT yang perlu Anda ketahui:
- 1. Mitos: Passing Grade Menentukan Kelulusan
- 2. Mitos: Soal Gelombang Kedua Lebih Sulit
- 3. Mitos: Peserta Dapat Memilih Gelombang Ujian
- 4. Mitos: Banyak Sertifikat Menjamin Kelulusan
- 5. Mitos: Belajar Hanya dari Buku Teks Sudah Cukup
- 6. Mitos: Ujian Hanya Menguji Pengetahuan Akademis
- 7. Mitos: Hanya Siswa dari Sekolah Terbaik yang Bisa Lulus
- 8. Mitos: Ujian Tidak Memerlukan Persiapan Khusus
- Kesimpulan
1. Mitos: Passing Grade Menentukan Kelulusan
Banyak yang percaya bahwa passing grade dari tahun sebelumnya dapat dijadikan acuan untuk menentukan kelulusan. Namun, kenyataannya, passing grade dapat berubah setiap tahun dan tidak selalu mencerminkan standar kelulusan yang sama. Oleh karena itu, jangan terlalu bergantung pada passing grade tahun sebelumnya.
2. Mitos: Soal Gelombang Kedua Lebih Sulit
Ada anggapan bahwa soal pada gelombang kedua lebih sulit dibandingkan gelombang pertama. Faktanya, tingkat kesulitan soal ditentukan secara acak dan tidak ada jaminan bahwa satu gelombang lebih sulit dari yang lain. Setiap peserta harus mempersiapkan diri dengan baik, terlepas dari gelombang ujian yang diikuti.
Mending belajar daripada mikirin mitos
3. Mitos: Peserta Dapat Memilih Gelombang Ujian
Beberapa orang berpikir bahwa mereka bisa memilih gelombang ujian yang diinginkan. Namun, penjadwalan gelombang ujian ditentukan oleh panitia dan peserta tidak memiliki kontrol atas pilihan ini. Pastikan untuk mengikuti informasi resmi dari panitia mengenai jadwal ujian.
4. Mitos: Banyak Sertifikat Menjamin Kelulusan
Ada keyakinan bahwa memiliki banyak sertifikat atau prestasi akan otomatis menjamin kelulusan. Sementara prestasi dapat memberikan nilai tambah, kelulusan lebih ditentukan oleh hasil ujian. Fokuslah pada persiapan ujian yang matang.
5. Mitos: Belajar Hanya dari Buku Teks Sudah Cukup
Banyak siswa yang percaya bahwa belajar hanya dari buku teks sudah cukup untuk lulus. Namun, penting untuk berlatih dengan soal-soal ujian sebelumnya dan memahami format soal yang akan dihadapi. Latihan soal dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kecepatan dalam menjawab.
6. Mitos: Ujian Hanya Menguji Pengetahuan Akademis
Beberapa orang beranggapan bahwa UTBK hanya menguji pengetahuan akademis. Sebenarnya, ujian ini juga menguji kemampuan berpikir kritis dan analitis melalui berbagai jenis soal. Oleh karena itu, penting untuk melatih kemampuan berpikir logis dan analitis.
7. Mitos: Hanya Siswa dari Sekolah Terbaik yang Bisa Lulus
Ada anggapan bahwa hanya siswa dari sekolah-sekolah terbaik yang memiliki peluang untuk lulus. Namun, dengan persiapan yang baik dan strategi belajar yang tepat, siswa dari berbagai latar belakang dapat berhasil. Jangan biarkan latar belakang sekolah menghalangi impian Anda. Bahkan disebutkan oleh panitia, bahwa dengan UTBK lebih banyak peserta yang lolos dari berbagai wilayah di Indonesia.
8. Mitos: Ujian Tidak Memerlukan Persiapan Khusus
Banyak yang berpikir bahwa UTBK adalah ujian yang bisa dihadapi tanpa persiapan khusus. Namun, persiapan yang matang sangat penting untuk mencapai hasil yang baik. Nilai tiap tahun makin naik, makin serem kalo ga belajar. Luangkan waktu untuk belajar dan berlatih agar Anda siap menghadapi ujian.
Kesimpulan
Mitos-mitos ini sering kali dapat menimbulkan kebingungan dan kecemasan di kalangan calon peserta. Oleh karena itu, penting untuk memahami fakta yang benar dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi UTBK dan SNBT. Dengan informasi yang tepat dan persiapan yang matang, Anda dapat meningkatkan peluang untuk meraih kesuksesan dalam ujian ini. Selamat belajar dan semoga sukses!
Kak Sa’ad
Arif Saadilah adalah seorang alumnus Universitas Indonesia (UI) yang telah menyelesaikan gelar Sarjana (S1) dalam bidang Fisika dan gelar Magister (S2) dalam bidang Teknik Metalurgi Material di UI. Sejak tahun 2011, Arif Saadilah telah berperan sebagai pengajar di berbagai bimbingan belajar di seantero Depok, utamanya bimbingan masuk PTN. Namun sejak 2016 – 2020 memutuskan bergabung menjadi pembimbing kelas (pendamping sekaligus pengajar di kelas Amazing Camp) Bimbingan Belajar Lavender (Bimbel Lavender) dalam mata pelajaran Fisika, Materi SNBT (Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika), dan Matematika Dasar.

