Pak Dibyo: Maestro Paduan Suara yang Menginspirasi di UI

Artikel ini akan mengupas profil Pak Dibyo, perjalanan kariernya sebagai konduktor, hingga rencana pensiun beliau pada tahun 2025.
Pak Dibyo Maestro Paduan Suara yang Menginspirasi di Universitas Indonesia
Pak Dibyo: Maestro Paduan Suara yang Menginspirasi di Universitas Indonesia

Mereka yang berbusana putih-putih itu berlari memasuki gedung besar dengan puluhan pintu di bagian luarnya, dari dalam hitungan mundur diserukan dari suara laki-laki yang tegas, namun terkesan teduh. beliau berhitung mundur 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1. Semua sudah masuk, yang terlambat disuruh maju ke depan. Universitas Indonesia (UI) tidak hanya dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia, tetapi juga sebagai tempat di mana seni dan budaya tumbuh subur. Salah satu figur penting yang telah memainkan peran besar dalam mengembangkan budaya ini adalah Pak Dibyo, seorang dosen sekaligus konduktor paduan suara yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menginspirasi ribuan mahasiswa UI. Artikel ini akan mengupas profil Pak Dibyo, perjalanan kariernya sebagai konduktor, awal mula mengajar paduan suara, hingga rencana pensiun beliau pada tahun 2025, di mana angkatan 2024 menjadi yang terakhir baginya.

Profil Singkat Pak Dibyo

Pak Dibyo, yang bernama lengkap Dr. AG. Sudibyo, adalah seorang dosen di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Beliau telah mengabdi di UI sejak tahun 1980, mengajar berbagai mata kuliah di bidang komunikasi. Namun, selain perannya sebagai akademisi, Pak Dibyo juga dikenal luas sebagai konduktor paduan suara Universitas Indonesia (PSUI), sebuah posisi yang lebih dari sekadar tugas, tetapi juga hobi dan hasrat yang telah mengisi hidupnya selama beberapa dekade.

Lahir di Magelang, Jawa Tengah, Pak Dibyo tumbuh dengan kecintaan terhadap musik. Sejak kecil, ia telah mengenal berbagai alat musik seperti gitar, biola, piano, dan keyboard. Ketertarikannya pada dunia musik dan paduan suara tumbuh ketika ia masih duduk di bangku SMA, setelah menyaksikan paduan suara UI tampil di Magelang pada akhir tahun 1970-an. Pengalaman ini menjadi titik awal kecintaannya terhadap seni paduan suara, yang kemudian membawanya ke Universitas Indonesia dan menjadi bagian dari paduan suara UI.

Awal Mula Menjadi Konduktor

Pak Dibyo pertama kali bergabung dengan Paduan Suara Universitas Indonesia (PSUI) sebagai anggota saat masih menjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial pada akhir tahun 1970-an. Pada saat itu, PSUI adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang sangat aktif dan menjadi wadah bagi para mahasiswa yang memiliki minat dalam seni suara. Namun, masa keemasan PSUI sempat terhenti ketika kegiatan mahasiswa dibekukan oleh pihak rektorat pada awal tahun 1980-an.

Namun, semangat Pak Dibyo untuk terus memajukan seni paduan suara tidak pernah surut. Ia ditugaskan oleh Rektor UI saat itu, Prof. Nugroho Notosusanto, untuk menghidupkan kembali PSUI. Dengan dedikasi dan kecintaannya terhadap musik, Pak Dibyo berhasil mengumpulkan para anggota lama dan merekrut anggota baru untuk kembali membentuk paduan suara UI. Ia juga mendapat dukungan penuh dari rektorat untuk mewujudkan visi besar PSUI: menjadi paduan suara terbesar di Indonesia, yang nantinya akan beranggotakan ribuan mahasiswa UI.

Pengalaman pertamanya sebagai konduktor terjadi pada awal tahun 1980-an, ketika ia memimpin paduan suara dengan jumlah anggota yang cukup besar, mencapai 1.300 orang. Pengalaman ini sangat berkesan bagi Pak Dibyo karena menjadi awal dari perjalanan panjangnya sebagai konduktor. Dalam berbagai kesempatan, Pak Dibyo sering mengenang momen tersebut sebagai tonggak penting dalam hidupnya, di mana ia merasa terpanggil untuk terus berkontribusi dalam mengembangkan paduan suara UI.

Peran sebagai Pengajar Paduan Suara

Sebagai pengajar, Pak Dibyo memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kualitas paduan suara UI. Ia tidak hanya mengajarkan teknik vokal dan musikalitas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan kecintaan terhadap kampus kepada para anggotanya. Di bawah bimbingannya, PSUI telah berkembang menjadi salah satu paduan suara mahasiswa terbaik di Indonesia, dengan berbagai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pak Dibyo juga dikenal sebagai sosok yang inspiratif dan karismatik. Setiap tahun, ribuan mahasiswa baru UI bergabung dengan PSUI, dan banyak dari mereka yang mengakui bahwa pengalaman bernyanyi di bawah arahan Pak Dibyo adalah salah satu momen paling berkesan selama masa studi mereka di UI. Sebagai konduktor, Pak Dibyo selalu menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat gotong royong dalam setiap penampilan. Baginya, paduan suara bukan hanya tentang menghasilkan suara yang harmonis, tetapi juga tentang membangun solidaritas dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar UI.

Momen-Momen Berkesan

Selama lebih dari 40 tahun berkecimpung di dunia paduan suara, Pak Dibyo telah mengalami berbagai momen berkesan. Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika PSUI berhasil memecahkan rekor jumlah anggota paduan suara terbanyak pada tahun 2005, dengan jumlah peserta mencapai 9.000 orang. Rekor ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi Pak Dibyo, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika UI.

Selain itu, Pak Dibyo juga sering mengenang momen-momen spesial ketika PSUI tampil di berbagai acara besar, seperti upacara wisuda dan peringatan hari besar nasional. Pada setiap penampilan tersebut, Pak Dibyo selalu memastikan bahwa PSUI tampil dengan prima, memberikan penampilan terbaik yang mampu menggugah emosi para penonton.

Menuju Pensiun di Tahun 2025

Setelah mengabdikan diri selama lebih dari empat dekade, Pak Dibyo telah memutuskan untuk pensiun pada tahun 2025, ketika ia mencapai usia 65 tahun. Angkatan mahasiswa UI tahun 2024 akan menjadi angkatan terakhir yang diajar oleh Pak Dibyo, menjadikan momen ini sebagai kesempatan terakhir bagi para mahasiswa untuk merasakan bimbingan langsung dari sosok yang telah menjadi ikon paduan suara UI. Menurut beliau, ini adalah aturan negara, beliau menerima dengan ikhlas dan mengikutinya seperti dalam pengumuman yang direkam oleh pengguna tiktok bkyumin.

Keputusan untuk pensiun bukanlah hal yang mudah bagi Pak Dibyo, mengingat besarnya kecintaan dan dedikasinya terhadap PSUI. Namun, ia merasa bahwa saatnya telah tiba untuk memberikan kesempatan kepada generasi baru untuk meneruskan warisannya. Dalam berbagai kesempatan, Pak Dibyo selalu menyampaikan pesan kepada para mahasiswa dan alumni UI untuk terus mencintai kampus dan negara mereka, serta menjadi individu yang hebat dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Warisan dan Pengaruh Pak Dibyo

Pengaruh Pak Dibyo di Universitas Indonesia dan di dunia paduan suara Indonesia tidak dapat disangkal. Ia tidak hanya membentuk PSUI menjadi paduan suara yang disegani, tetapi juga telah menginspirasi ribuan mahasiswa untuk mencintai seni dan budaya. Warisan yang ditinggalkannya tidak hanya berupa prestasi dan penghargaan, tetapi juga semangat dan nilai-nilai yang telah ia tanamkan di hati setiap anggotanya.

Bagi banyak orang, Pak Dibyo bukan hanya seorang dosen atau konduktor, tetapi juga seorang mentor, inspirator, dan sahabat. Kepemimpinannya yang penuh semangat dan kasih sayang telah menciptakan ikatan yang kuat di antara para anggota PSUI, menjadikan mereka tidak hanya sebagai sekelompok penyanyi, tetapi juga sebagai keluarga.

Penutup

Pak Dibyo akan selalu dikenang sebagai salah satu tokoh penting di Universitas Indonesia, yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan seni dan budaya di kampus ini. Meskipun akan segera pensiun, warisan yang ia tinggalkan akan terus hidup dalam setiap nada yang dinyanyikan oleh paduan suara UI. Semoga generasi mendatang dapat meneruskan semangat dan dedikasi Pak Dibyo, serta terus memajukan seni paduan suara di Indonesia.

Dengan pensiunnya Pak Dibyo pada tahun 2025, kita semua patut berterima kasih atas segala dedikasi dan kontribusi yang telah beliau berikan. Terima kasih, Pak Dibyo, atas semua kenangan indah dan inspirasi yang telah Anda berikan kepada kami semua. Sekali lagi, Terima Kasih.

Share:

More Posts

Bimbel Lavender merupakan bagian dari PT Lavender Bina Cendikia Tbk adalah perusahaan bidang Pendidikan bimbingan belajar dan konseling swasta di Indonesia.

Informasi terkait
Kevin: 0812-9100-1570
Nazwa: 0821-7416-0040

 

PT. Lavender Bina Cendikia Tbk
https://lavenderbinacendikia.id/

Office Suite Taman Melati Lantai 8, Jl. Margonda No.525A, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

Cek via Gmaps
Telp: 02129503963