Dalam video yang diunggah di YouTube, Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si., M.Kom., Sekretaris SNPMB BPPP, membahas isu hangat seputar SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) yang sering dianggap “ghaib” atau tidak transparan. Video tersebut memberikan klarifikasi penting mengenai proses seleksi dan kriteria penerimaan SNBP.
Apa itu SNBP?
SNBP merupakan salah satu jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia. Jalur ini memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi akademik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi berdasarkan prestasi yang telah mereka raih selama masa sekolah. SNBP bertujuan untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi dan sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Isu “Ghaib” dalam SNBP dan Klarifikasi Pak Hidayanto
Anggapan SNBP sebagai proses “ghaib” muncul dari kurangnya pemahaman publik terhadap mekanisme seleksinya. Banyak yang merasa informasi yang tersedia kurang jelas, menimbulkan spekulasi dan keraguan akan keadilan dan transparansi proses seleksi. Pak Hidayanto secara tegas membantah anggapan tersebut.
Penjelasan dan Kalimat Aktif dari Bekti Cahyo Hidayanto
Pak Hidayanto menekankan bahwa SNBP memiliki sistem yang terukur dan transparan. Beliau menyatakan, “Proses seleksi SNBP didasarkan pada data objektif, seperti nilai rapor dan prestasi non-akademik yang terverifikasi.” Ia juga menjelaskan bahwa, “Tim SNPMB bekerja keras untuk memastikan validitas dan akurasi data yang digunakan.” Lebih lanjut, beliau menambahkan, “Kami berkomitmen untuk meningkatkan transparansi SNBP dengan memberikan informasi yang lebih lengkap dan mudah dipahami.” Pak Hidayanto juga menyampaikan bahwa, “SNBP bukan sistem yang rahasia, melainkan sistem yang terstruktur dan berbasis data.” Beliau juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam memberikan data yang akurat dan lengkap kepada siswa.
Kriteria Penerimaan SNBP menurut Pak Hidayanto
Berdasarkan penjelasan Pak Hidayanto, kriteria penerimaan SNBP meliputi:
- Prestasi Akademik: Nilai rapor siswa menjadi faktor utama dalam penentuan kelulusan. Nilai rapor tersebut akan diproses dan dipertimbangkan secara komprehensif.
- Nilai Indeks Sekolah: Setiap sekolah memiliki nilai indeks masing-masing berdasarkan hasil nilai UTBK dalam 3 tahun terakhir.
- Prestasi Non-Akademik: Prestasi di bidang lain, seperti olahraga, seni, dan kegiatan ekstrakurikuler, juga dipertimbangkan sebagai bagian dari penilaian holistik. Ini menunjukkan komitmen SNBP untuk menilai calon mahasiswa secara menyeluruh.
- Kesesuaian Prodi dan Minat: Siswa didorong untuk memilih program studi yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal ini penting untuk memastikan keselarasan antara kemampuan siswa dengan program studi yang dipilih.
- Verifikasi Data: SNPMB melakukan verifikasi data untuk memastikan akurasi dan validitas informasi yang diberikan oleh sekolah dan siswa. Proses verifikasi ini bertujuan untuk menjaga integritas dan keadilan seleksi.
Namun menurut opini penulis, kesemua kriteria di atas adalah kriteria yang baik namun perlu transparansi lebih jauh. Hal ini yang menjadi PR bagi panitia SNPMB BP3 kalo tidak akan terus menerus menjadi informasi yang simpang siur, kata lainnya: “Ghaib”.
Daripada nunggu yang ga pasti belajar UTBK dulu aja kali
Kesimpulan
Penjelasan Pak Bekti Cahyo Hidayanto memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai SNBP. SNBP bukanlah proses yang “ghaib,” melainkan sistem seleksi yang terstruktur dan berbasis data yang terverifikasi. Upaya peningkatan transparansi dan penyediaan informasi yang lebih mudah dipahami diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap SNBP. Siswa dan orang tua disarankan untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari SNPMB BPPP untuk menghindari informasi yang tidak akurat.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan saksikan video lengkapnya di sini.
Kak Sa’ad
Arif Saadilah adalah seorang alumnus Universitas Indonesia (UI) yang telah menyelesaikan gelar Sarjana (S1) dalam bidang Fisika dan gelar Magister (S2) dalam bidang Teknik Metalurgi Material di UI. Sejak tahun 2011, Arif Saadilah telah berperan sebagai pengajar di berbagai bimbingan belajar di seantero Depok, utamanya bimbingan masuk PTN. Namun sejak 2016 – 2020 memutuskan bergabung menjadi pembimbing kelas (pendamping sekaligus pengajar di kelas Amazing Camp) Bimbingan Belajar Lavender (Bimbel Lavender) dalam mata pelajaran Fisika, Materi SNBT (Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika), dan Matematika Dasar.

